Kuliah lapangan 2019

Kuliah lapangan: Ekologi hutan tropis dan teknik survey vertebrata

24 Juni–5 Juli 2019

Stasiun Riset Cabang Panti

Taman Nasional Gunung Palung

Kalimantan Barat, Indonesia

 

Pemateri: Andrew J. Marshall (University of Michigan), Endro Setiawan (Balai Taman Nasional Gunung Palung), dan Kiki Prio Utomo (Universitas Tanjungpura)

 

Klik di sini untuk informasi dari Kuliah Lapangan 2015

Klik di sini untuk informasi dari Kuliah Lapangan 2016

Klik di sini untuk informasi dari Kuliah Lapangan 2018

 

Latar belakang

Taman Nasional Gunung Palung (TNGP) merupakan salah satu kawasan pelestarian alam yang berada di Kalimantan Barat. Taman Nasional Gunung Palung memiliki luas 108.000 ha meliputi 2 kabupaten yaitu Kabupaten Ketapang sampai dengan Kabupaten Kayong Utara. TNGP merupakan kawasan yang mempunyai ekosistem yang bisa dikatakan terlengkap di antara taman nasional di Indonesia.

Dalam UU No 5 Tahun 1990 disebutkan bahwa Taman Nasional adalahkawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi.TNGP dimanfaatkan sebagai tempat penelitian jauh sebelum TNGP berdiri, yaitu tahun 1985 yang berpusat di Cabang Panti. Stasiun Riset Cabang Panti (SRCP) masih aktif hingga hari ini. Pada tahun 2017, SRCP di tunjuk menjadi Role Model Pengelolaan Kawasan Konservasi pada Direktorat Jenderal KSDAE KemenLHK.  Salah satu tujuan dalam role model, SRCP merupakan pusat pelatihan lapangan tentang ekologi hutan tropis dan teknik survey vertebrata bagi PEH, Mahasiswa, Pecinta Alam, dan Masyarakat.

Stasiun Riset Cabang Panti (SRCP) Taman Nasional Gunung Palung bekerja sama dengan University of Michigan USAakanmengadakan kuliah lapangan (pelatihan)selama 12(dua belas)hari. Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun. Kuliah Lapangan pada tahun 2019merupakan kegiatan ke-5yang dilaksanakan di SRCP.

Tujuan

  1. Meningkatkan pemahaman tentang hutan tropis dan satwa liar vertebrata di dalamnya.
  2. Meningkatkan kesadaran akan pentingnya keanekaragaman hayati tropis dan konservasi.
  3. Mengajarkan keterampilan dasar kepada para peserta yang akan membantu mereka untuk melakukan survey secara efektif dan mengelola hutan tropis.
  4. Membangun keahlian dalam merancang peneliti, implementasi, analysis data dan presentasi.

Peserta

Peserta adalah PEH dan tenaga lapangan pada Taman Nasional, BKSDA, dan NGO di Kalimantan yang bekerja dalam konservasi dan pengelolaan hutan hujan tropis. Peserta berjumlah 15 (lima belas) orang yg mewaklili enam kowasan konservasi di Kalimantan: Taman Nasional Bentuang Kerihun, Taman Nasional Danau Sentarum, Cagar Alam Gunung Nyiut, Taman Nasional Gunung Palung, Taman NasionalKayan Mentarang, dan Taman NasionalTanjung.

Informasi umum

Informasi dan jadawal pelatihan

Jejak kaki mammalia

Identifikasi tumbuhan umum di TNGP*

Tumbuhan bahwa di TNGP

* Sumber: Cam Webb dan Gary Paoli

    • Sumber: http://fieldguides.fieldmuseum.org

 

Bahan dari sebagian presentasi

Jika anda perlu versi high resolution, silahkan email Andy Marshall

Pengenalan hutan hujan tropis (Andy Marshall)

Perjalanan fotografi keanekaragaman hayati TNGP (Endro Setiawan)

Ekologi tumbuhan dan hewan vertebrata di hutan hujan (Andy Marshall)

Interaksi antara tanaman hewan (Andy Marshall)

Evolusi dan taksonomi tumbuhan dasar (Andy Marshall)

Pengenalan karakter tumbuhan untuk identifikasi (Endro Setiawan)

Teknik pengumpulan data digital (Endro Setiawan)

Pengenalan survey vertebrata (Andy Marshall)

Perangkap kamera (Endro Setiawan)

Survei jejak kakai mamalia (Andy Marshall)

Pengenalan penelitian ilmiah (Andy Marshall)

Orangutan research at Cabang Panti (Ella Brown)

Hidrologi hutan (Kiki Prio Utomo)

 

Pendanaan

Kegiatan ini didanai oleh Andrew J. Marshall, yang diperoleh dari Disney Conservation Fund.

 

Ucapan terima kasih

Terima kasih banyak kepada Pak M.Ari Wibawanto (Kepala Balai Taman Nasional Gunung Palung) dan Endro Setiawan (Kepala Unit Pengelolaan Stasiun Penelitian Cabang Panti) atas dukungan, perijinan, dan semua bantuan dengan kuliah lapanganan ini. Juga, kami sangat berterima kasih atas semua bantuan Beth Barrow (Pelaksana Lapangan One Forest Project), Wahyu Susanto (Direktor Penelitian Yayasan Palung), Peneliti KKL (Lande, Surya, Jakaria, and Dika), dan staf-staf di Stasiun Penelitian Cabang Panti.